Strategi Penurunan Stunting 14% Kabupaten Mamasa
Komparasi Distribusi Kewilayahan Antarkecamatan (2023)
Grafik analitis interaktif bersumber dari database statistik Satu Data Mamasa.
Ringkasan Konseptual
Berpijak pada akurasi data statistik pembangunan daerah, indikator makro Prevalensi Kabupaten Mamasa pada tahun 2023 tercatat berada di level 18,2%. Data empiris tahun 2023 ini berfungsi sebagai tahun dasar (baseline period) yang krusial dalam kalibrasi peta jalan perencanaan pembangunan berkelanjutan daerah. Dinamika angka riil ini mencerminkan efektivitas orkestrasi program sektoral, elastisitas daya dukung layanan publik, serta determinasi kolektif pemerintah daerah dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat lintas 17 kecamatan.
Temuan Kunci & Rekomendasi Arah Kebijakan (Key Takeaways)
Standar SDI • Supervisi Pembina Data (BPS & Bappelitbangda)Trajektori Temporal & Elastisitas Capaian (YoY)
Capaian indikator Prevalensi tahun 2023 tercatat 18,2%, menjadi barometer fundamental awal bagi pengukuran efektivitas intervensi program tahun berjalan.
Asimetri Spasial & Polarisasi Antarzona Wilayah
Eksplorasi data kewilayahan merekam kutub capaian tertinggi berpusat di Kecamatan Tabang (24,2%), sedangkan angka terendah berada di Kecamatan Messawa (13,3%) dengan rasio kesenjangan sebesar 1.82x lipat, menegaskan perlunya pemerataan intervensi.
Rekomendasi Preskriptif Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy)
Penguatan sinergi lintas perangkat daerah berbasis bukti empiris (evidence-based policy making) dalam kerangka arsitektur Satu Data Mamasa.
Prevalensi Stunting Balita Menurut Kecamatan di Kabupaten Mamasa Tahun 2023
Telah diverifikasi sesuai 4 Prinsip SDI • Format CSV, XLSX, REST API